BKPRMI SURABAYA - Sebanyak 1.000 orang huffazh (para penghafal Al Quran) bersama Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi melantunkan ayat suci Al Quran di depan kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, Rabu (27/7).
Orang nomor satu di NTB yang juga seorang penghafal Al Quran itu menjadi pembuka acara yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI dan Muktamar IPQAH III, yang diselenggarakan di NTB, 30 Juli – 6 Agustus 2016.
Gubernur membacakan dua surat pembuka yakni, Al Fatihah dilanjutkan surat Al Baqarah tanpa teks alias menghafal. Selanjutnya, para huffazh melanjutkan ayat-ayat Al Quran secara bergantian hingga khatam sampai 30 juz.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan, kegiatan semaan Al Quran kali ini merupakan salah satu cara membumikan Al Quran. Menurutnya, jika seseorang dekat dengan Al Quran, maka dipastikan jiwanya akan baik. Sehingga, tidak ada lagi istilah terorisme. Apalagi, membenci kelompok atau orang lain.
“Dekat kita dengan Al Quran akan menghidupkan rasa cinta dan kasih sayang, karena Al Quran adalah kasih sayang Allah kepada hambanya,” tegas Gubernur sebelum memulai membaca Al Quran.
TGB mengatakan, kegiatan membaca Al Quran adalah upaya diperlukan bangsa Indonesia untuk membantu menciptakan karakter yang baik. Oleh karena itu, para santri yang melantukan ayat-ayat Al Quran itu merupakan kebanggaan warga Nusa Tenggara Barat.
“Jadi, ajang MTQ Nasional XXVI dan Muktamar IPQAH III, yang diselenggarakan di NTB, 30 Juli – 6 Agustus 2016 merupakan dua kegiatan yang berkaitan erat dengan kitab suci Al-Quran. Sehingga, perlu terus digelorakan di bumi NTB guna mewujudkan ikhtiar yang baik. Harapannya, tercipta kedamaian bagi agama, bangsa dan daerah NTB,” kata Zainul Majdi.
Peserta Semaan Al Quran merupakan penghafal Al Quran dari berbagai pondok pesantren yang ada di Lombok. Sambil duduk bersila dan saling berhadapan, mereka melantunkan Al Quran hingga khatam 30 juz.
Gubernur usai melantunkan ayat pembuka Al Quran, langsung menghampiri para peserta. Ia memberikan semangat agar para santri terus tidak henti-hentinya melantunkan ayat-ayat suci Al Quran.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, hafalan Al Quran yang membuat pengalihan ruas jalan dilakukan pihak Kepolisian di jalan Pejanggik mulai depan Kantor Walikota Mataram hingga eks RSUP NTB, masih berlangsung. rul.










0 Komentar