Menjenguk Crew DPD BKPRMI Surabaya di RSI Benowo
Pertama kalinya perjalanan ke surabaya Barat memakan waktu lebih dari
dua jam , start dari sekretariat DPD BKPRMI Surabaya bersama akhtum H. Ahmad Bahruddin dan wabendum Ukhti Yana
dan crew LPPKM indah permatasari menuju rumah sakit islam Benowo
Tak pernah kubayangkan perjalanan normal dengan memakai sepeda motor
bisa dijangkau maksimal satu jam kali ini harus dilalui lebih dari dua jam
dengan kemacetan lalu lintas yang padat merayap
Dengan penuh kesabaran dan banyak
istighfar ( karena banyak pengendara lalin yang kurang sabar dan ingin cepat
sampai tujuan hingga tidak memperhatikan keselamatan dirinya dan orang lain )
sampailah juga kita di rumah sakit islam yang kita cari
Rumah sakit yang bersih, indah dan nyaman dengan dominasi warna hijau pupus
yang menyegarkan dan meneduhkan sehingga pasien yang di rawat disini jadi betah
beristirahat tanpa harus terganggu dengan hiruk pikuk kendaraan yang ada di
jalan raya walaupun lokasinya berada di pinggir jalan raya yang ramai
Tiba di pintu lift kita disambut dengan tulisan " masya Allah, laa
quata illa billah " ku baca dengan penuh penghayatan makna yang luar biasa
Beberapa hiasan - hiasan dinding di koridor dan beberapa area lantai 3
yang bernuansa islami membuat siapa pun yang datang pembesuk pasien yang
menginap di rumah sakit ini merasa nyaman
Tibalah kita di ruang sakura 2 , sahabatku terlihat pucat karena sakit
infeksi usus besar yang dideritanya ,kedatangan kami membuatnya tersenyum
bahagia sambil menceritakan kronologis kejadiannya hingga harus opname di rumah
sakit ini
DOA MENJENGUK ORANG SAKIT
اللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ فَأَنْتَ الشَّافيِ لاَ
شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَماً
ALLAHUMMA ROBBANNAS ADZHIBILBA' SA ISYFI ANTASYSYAFI LA SYIFAUKA SYIFA'
AN LA YUGHODIRU SAQOMA .
Artinya ;
“Ya Allah Wahai Tuhan segala manusia,
hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya) Engkaulah yang dapat
menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan
yang tidak kambuh lagi.” ( HR. Bukhori Muslim)
0 Komentar