Catatan Perjalanan Akhtum


Surabaya - "Kadang karna nikmat yg terus menerus Allah limpahkan pada kita, bisa membuat kita sedikit muncul ego (bukan sombong), karna seakan apa yg kita mau bisa tercover" ujar H. Ahmad Bahruddin ketua umum DPD BKPRMI Surabaya mengawali ceritanya , ahad 25/2/18

Suatu hari ada japri dari menejer pusat/top menejer (sebut aja begitu), dia mengundang saya untuk hadir dalam sebuah acara dengan  stake holder di pusat ( Jakarta )

Kesibukan yang padat dan luar biasa membuat saya tidak bisa memenuhi undangan top menejer tadi , akhirnya ku suruhlah anak buah untuk mewakiliku

Sepertinya anak buahku kreatif juga, kesempatan itu tidak disia-siakan untuk membawa beberapa bekal atau apalah yang bisa diharapkan beroleh manfaat (ketika ketemu stek holder) harapan nya begitu 

Maka bekal itupun disiapkan sedemikian rupa sampe larut malam, bahkan di ujung penyempurnaannya, bekal itupun tak bisa dibawa dengan baik

Akhirnya dia putuskan untuk disempurnakan di tempat undangan (di pusat)

Saking asyiknya si anak buah ini lupa kali belum beli tiket perjalanan, akhirnya jam 00.00 setelah menyiapkan bekal nya yang belum sempurna tadi, dia pesan tiket, namun gagal karna waktu transfer online sudah tutup, dan buka lagi bisa transaksi jam 01.30

Di alarm lah hpx jam 01.30, supaya tidaj kebablasan tidurnya, maklum jam 00.30 baru mapan katanya

Setelah alarm bunyi, anak buah langsung bangun dan beli tiket online sekaligus transfer supaya tiketnya bisa dipake pagi harinya, setelah selesai dia lihat jam di tembok menunjukkan angka 02.30, mandilah dia dan sholat lail, lalu jam 3.30 berangkat menuju bandara tapi karna mash banyak hal yang harus diselesaikan, maka mampirlah si anak buah ke beberapa tempat. 

Tak terasa adzan subuh berkumandang, maka dia cari masjid untuk sekalian sholat, nah selesai sholat ternyata sudah jam 04.40 wib, padahal dia take off 05.55 wib, sementara perjalanan menuju bandara masih butuh waktub 30 menit (praktis tersisa waktu 25 menit untuk cek in dll

Akhirnya dengan kecepatan tinggi dia tancap pedal gas motornya supaya tidak terlambat


Namun di tengah tol dia harus berhenti karena tiba-tiba motornya ada bunyi keras sekali dari sudut depan kiri, ternyata dugaan dia benar, rodanya bocor dan kempes habis anginnya

Dia bingung, panik, telpon radio SS tidak bisa karna pulsa di hpnya habis....kacian banget

Terus dia terdiam hanya memandangi angka jam didepannya yang terus bergerak sampe sekitar 7 menit, baru dia terhentak turun dan di gantilah rodanya yang  kempes tadi, meski menurut pengakuannya dia belum pernah bongkar pasang roda motornya .

Setelah berjalan 10 menit datanglah petugas tol untuk membantu, kemudian dia langsung membersih diri karena semua tangan dan bajunya  kotor, pekerjaannya dilanjutkan petugas tol, ketika mereka selesai, si anak buah pun juga kelar preparenya secara bersamaan. 


Berangakatlah dia dengan terus membaca sholawat berharap pesawatnya delay, karna logikanya sudah tidak  cukup waktunya

Sesampai di bandara, si anak buah lari sekencang-kencangnya karena berharap tidak ditinggal terbang, dan alhamdulillah katanya pesawat masih belum terbang. 

Perasaan lega sudah mulai dirasakan, namun saat cek in, anak buah ini tidak langsung bisa dilayani, sampe beberapa kali tiket di hpnya dilihat petugas, dan kalimat "sebentar ya pak"  itu 4 kali keluar dari mukut petugas.

Kepanikan muncul kembali, karena petugas juga telpon kesana kemari yang intinya tiket ini kok tidak  bisa dimasukkan, Akhirnya hp anak buah diminta lagi untuk dilihat jadwal terbangnya dan petugas pun menjelaskan...
"mohon maaf bapak tiketnya masih berlaku untuk bulan depan tgl 20 maret 2018" ujar petugas 

"Ya Allah , ya rabb..." kata si anak buah, akhirnya dia bertanya pada petugas bandara "penerbangan berikutnya jam berapa saya mau beli sekarang" katanya, di jawab sama petugas bapak langsung ke counter aja

Setelah di counter dijelaskan kalo berikutx ada jam 9.55 hargax jauh lbh mahal, sambil telan air ludah, si anak buah akhirnya memutuskan tidak jadi berangkat karena undangannya jam 10.00 harus sudah di kantor kemensos

Dengan wajah kusut karena semalam tidur cuma 35 mnt, akhirnya dia pulang lagi, dengan berbagai bekal yang masih belum sempurna tadi

Itulah sebuah pelajaran berharga yang harus dilalui oleh anak buah yang kadang sok sok-an.....
Astaghfirullah.....

Padahal dia (si anak buah) sudah merencanakan ketemu menpora dan mensos dengan bekal yang sudah disiapkan sampai larut malam 

Kita ini adalah realita kehidupan yang harus dijalani dengan penuh lapang dada dan introspeksi diri agar lebih waspada dan hati-hati