Kader BKPRMI Taklukkan Bukit Bayangan
Bukit Bayangan - Delapan kader
BKPRMI Surabaya berhasil menaklukkan bukit bayangan di gunung penanggungan pacet
mojokerto Jawa Timur bersama dirda
Brigade Masjid , Alif Dzulkifli Ramadhan , sabtu 25/8/18
Tepat pukul 23.30 wib semua tim yang
terdiri dari Hamim , Guntur , Rama , Uci , Venda, Olif dan dua teman olif berangkat dengan membawa perbekalan secukupnya
di punggung masing – masing dengan segala rintangan dan halangan yang lumayan
berat bagi pendaki pemula hingga sampai di bukit bayangan pukul 3.30 dini hari
dalam keadaan sehat walfiat
“Perjalanan awal pintu masuk bukit
bayangan keadaan jalan menanjak , Licin dan banyak pasir sehingga butuh
perjuangan keras dengan keringat membasahi baju hingga ke jaket” Terang Sahila
Rizki Ardillah salah satu kader BKPRMI Surabaya yang ikut mendaki .
Dinginnya malam semakin menusuk hingga ke tulang walaupun sudah memakai baju tebal namun rasa dingin itu tak berkurang sedikit pun seperti berendam di dalam pemandian pacet namun tak menghalangi 8 orang kader BKPRMI Surabaya yang terdiri dari cowok 3 dan Cewek 5 ini menaklukkan bukit bayangan
“Mendaki dengan gotong royong
menuntun teman dengan keadaan jalan menanjak seperti goa menanjak dan curam di
antara jurang yang semakin mendaki sangat tinggi hingga lelah kita terbayar
melihat indahnya suasana malam di bukit bayangan penanggungan” Terang sahila
yang biasa dipanggil Uci
Dari delapan orang yang mendaki
hanya dirda brigade masjid , akhi rama yang sudah pernah mendaki semuanya masih
pemula yang harus banyak istirahat karena capek dan berat harus mendaki dengan membawa tas carier berisi
perbekalan air mineral tenda dll
Saat semua bertanya “kurang berapa
menit mas ? “ , dengan santai akhi rama menjawab “ 5 menit lagi “ sehingga
perjalanan panjang yang cukup melelahkan tak terasa dan lebih termoivasi untuk
memacu semangat dari satu pos ke pos berikutnya dengan medan yang curam
bertangga alakadarnya dengan diberi tanda potongan kayu pohon.
“Empat pos yang harus dilalui di bukit
bayangan bisa dilalui walau sesekali banyak para pendaki beristirahat di tepi tangga
,Setelah sampai langsung masak karena smakin lama udara smakin dingin dan
mengigil meski sudah pake jaket,
kaoskaki, masker dan sarung tangan” Pungkas Uci ( Bunda Tri )




1 Komentar
Lhah gak asyik, wong ra ajak2...😀
BalasHapus