Dialog Publik Analisis dan Evaluasi Politik Dalam Negeri


Surabaya - Tujuh puluh perwakilan mahasiswa dan organisasi kepemudaan di Jawa Timur mengikuti Dialog Publik Analisis dan Evaluasi Politik Dalam Negeri dengan tema "membangun Kesadaran Politik Masyarakat Dalam Rangka Sukses Pemilu Serentak 2019" yang diadakan oleh Direktorat Politik Dalam Negeri, Direktorat Jederal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri yang bekerjasama dengan Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur di Empire Palace Surabaya , senin, 8 april 2019, 

Dirwil LPPDSDM BKPRMI Jatim , Muhammad Basyirul Fuad bersama dengan Rama dan  Vendy mewakili organisasi kepemudaan berbasis masjid telah menjadi bagian kepesertaan yang disambut baik oleh Bakesbangpol selaku penyelenggara acara  

Materi pertama yang disampaikan oleh Drs. La Ode Ahmad, AP, M.Si, selaku Direktur Politik Dalam Negeri (Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia) adalah Peran Pemerintah Dalam Mendukung Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. dengan penjelasan kondisi geodemografi kota surabaya 


"Saat ini jumlah penduduk kota Surabaya adalah 2.892.200 dan jumlah pemilih 2.009.758 dengan 5 dapil. Komposisi DPRD Kota surabaya dengan 10 partai dan jumlah kursi yg berbeda beda, dan data kondisi pemilu 2019, pemilih 2.009.758, laki2 980.081, perempuan 1.025.980, disabilitas 3.697 ujar La Ode.

Selain memberikan beberapa tips menjadi pemilih muda yang cerdas dan beberapa materi lainnya La Ode juga menyampaikan Indikator kualitas pemilu pada Jumlah dapil DPR RI ada 11, jumlah kursi DPR RI ada 87, jumlah calon DPR RI 1,17, jumlah calon DPD RI ada 28. 

Generasi muda Milenial sebagai agen perubahan harus memberikan peranan nya dalam membangun kesadaran politik untuk meningkatkan partisipasi politik pemuda pada pemilu tahun 2019 disampaikan oleh Prof. DR. Nurliah Nurdin, S.SOS, MA selaku guru besar di IPDN 

Pemuda dan mahasiswa di kampus tetap harus mengawal, mengkontrol jalannya pemerintahan. Bagaimana pun caranya, contoh dengan kontak langsung anggota dewan (kalau ada kenalan) jika ada yang tidak pas yang dilakukan oleh anggota dewan tsb. Atau melayangkan surat kritikan kepada mereka yang dulunya kampanye memberikan janji2 politik dan jika ada yang di tepati. 

"Pemimpin yang wise digambarkan seperti burung hantu yang cerdas, jangan seperti sapi yang innocent, keledai yang inept, atau yang clever" pungkas Prof. Nurliah 

Pemilih yang cerdas semaksimal mungkin menghindari Hoax, dan benar-benar dilihat dan dipilih dengan hati, jangan milih karena kata teman atau diberi beras atau uang dan jangan berpikiran bahwa 1 suara anda tidak berarti. Tetap datanglah ke TPS karena 1 suara anda berarti untuk kemajuan bangsa dan negara NKRI kita" tutur  Dirjen Politik dan Pemerintahan Kementerian Dalam Negeri ( Vendy)