Jumpa Namun Tak Bisa Bersentuh

Proses Munaqosah Ditengah Wabah Covid-19

Surabaya - Pelaksanaan Munaqosah guru ngaji DPD BKPRMI Surabaya kali ini sangat memprihatinkan ditengah wabah virus corona yang melanda hampir seluruh dunia karena adanya protokoler yang harus dipatuhi sebelum pelaksanaan uji kompetensi di yayasan yatim piatu adinda Surabaya , 12/4/20

Prihatin dan sedih pastinya karena kesempatan jumpa pejuang-pejuang Qur'an tak bisa bersalaman bahkan tak bisa berpelukan tuk saling menguatkan ketika jumpa di lokasi Munaqosah.


Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut kebijakan Dinas Pendidikan Kota Surabaya terkait peningkatan kompetensi guru ngaji untuk melengkapi persyaratan jaspel diantaranya dengan bukti syahadah sertifikasi atau munaqosyah guru Alquran 

Prosedur protokoler yang harus dilewati dari pintu masuk yang harus sosial distancing dan psycikal distancing telah diterapkan pleh panitia dengan menyedikan area cuci tangan , kursi duduk yang berjarak satu meteran.

Hingga proses munaqosah yang berjauhan antara peserta dengan munaqis melalui proses yang sangat tepat , cepat dan akurat untuk menentukan nilai yang akan dicantumkan dalam syahadah 

Khusus untuk yang belum mempunyai syahadah atau revisi nama syahadah yang belum sesuai KTP guna keperluan pencairan jaspel bisa juga dilakukan dengan melampirkan fotokopi identitas dan foto poscard.

Sistem Munaqosah dibagi dua yaitu offline dan online ini dimaksudkan untuk mempermudah peserta dan mengikuti anjuran pemerintah terkait penanganan virus corona , terutama bagi mereka yang wilayahnya jauh dan sedang dalam karantina wilayah.

H. Ahmad Bahruddin , MPD BKPRMI Surabaya menyatakan "Semoga dengan keterbatasan kepedulian kita semua atas kondisi yang ada ini, Allah menjadikan sebab di jauhkan dan diselamatkannya kita semua dari musibah yang ada" tuturnya (Bunda Tri)