Tantangan baru di LPPTKA Jadikan Motivasi Tuk Lebih Maju 



Surabaya - Ketua MPD BKPRMI Surabaya , Ustadz KH. Ihya Ulumuddin, SH , M.Pd memberikan motivasi di rakerda utamanya tantangan baru LPPTKA yang menjadi mercusuar BKPRMI dalam membumikan Al-Quran, Senen 1/2/2021


Seiring dengan perhatian pemerintah kota Surabaya pada guru-guru ngaji yang berawal dari perjuangan LPPTKA dalam memperjuangkan kesejahteraan mereka melalui audiensi dengan walikota , dinas pendidikan dan kementrian agama kota Surabaya.


Insentif yang diberikan dari nominal dua puluh lima ribu rupiah hingga saat ini di tahun 2021 sudah mencapai angka empat ratus ribu rupiah perguru harus diimbangi dengan kinerja maksimal dari manegemen administrasi hingga kualifikasi profesional guru yang dibuktikan dengan syahadah yang harus dipenuhi.


Kini , peraturan baru yang harus disiapkan adalah akta notaris kumham yang harus dimiliki lembaga pendidikan Alquran bila tidak ingin hak penerima jasa pelayanan dicabut dari pemerintah kota melalui dinas pendidikan Kota Surabaya.


"Langkah-langkah prefentif yang sudah dilakukan oleh LPPTKA BKPRMI Surabaya sudah sangat bagus dan sesuai prosedur yang ada , hal ini dibuktikan saat pengawalan penanganan bantuan operasional covid-19 beberapa waktu lalu berjalan sukses dan lancar tanpa kendala". Tutur Ustadz Ihya panggilan akrabnya.


Pembinaan guru ngaji yang terus dilakukan secara rutin dengan pembentukan LPPTKA di tingkat kecamatan menjadi satu jawaban kegelisahan unit-unit yang rindu silaturahim dengan pembinaan langsung melalui dircam masing-masing.


"Tetap semangat memberikan layanan terbaik untuk BKPRMI lebih baik harus terus digelorakan , bila ditengah jalan ada masalah yang harus diselesaikan maka selesaikanlah dengan musyawarah mufakat yang membawa kemaslahatan bagi ummat". Pungkasnya (Bunda Tri)