Menyoal Kehadiran Hari Tanoe (HT) di Rakernas BKPRMI dan Bagaimana Sikap Kita
Oleh: Petrus Hariyanto
Ketua 1 BKPRMI Jatim
Ustadz ustadzah dan akhi/ukhti yg dirahmati Allah SWT. Apa yang sudah diklarifikasi oleh Ustadz Achmad Bahrudin sdh cukup jelas. Demikian halnya link http://www.triekosulistiowati.com/2015/04/rakernas-ii-bkprmi.html?m=1 yg dikirim oleh bu Tri selaku Direktur LPPDSDM BKPRMI SURABAYA yg hadir di rakernas dengan Ustadzah Aan Direktur LPPKM SURABAYA.
Saat Rakernas, saya sendiri dengan mas Alfan menghadiri Rakernas tersebut mewakili Ketum Saicudin dan Sekum Arif. Bahkan secara khusus membahas evaluasi kehadiran Hari Tanoe yg mengisi motivasi setelah acara selesai.
Posisi kami semua dari DPW se Indonesia sebenarnya memiliki respon beragam.
Ada yang biasa saja, senang dapat wawasan tambahan dan baru, ada yang bangga krn bisa bermitra dengan MNC group, ada juga yang mengecam krn kehadiran HT mencederai kiprah besar BKPRMI, Bahkan ada yang saklek hal itu dianggap haram.
Kalo yang di arena rakernas saja gempar. Saya nggak bisa bayangkan dengan respon di media online dan sosmed. Segala macam cacian, hujatan pasti bermunculan beraneka macam krn melihat foto atau cuitan/komentar dan pendapat singkat seolah "bahwa Hari Tanoe Manfaatkan BKPRMI (Karena diberi panggung DPP)".
Posisi saya skrng adalah ingin memberikan pendapat dan pemikiran jernih agar kita bisa menilai dan bersikap santun dan tepat atas peristiwa tersebut sbb :
1. Seyogyanya memang akan lebih berkualitas jika DPP lebih memprioritaskan tokoh-tokoh dari pengusaha muslim yg sukses u hadir di rakernas karena HT masih mengandung unsur "kontroversi" di kalangan aktivis bkprmi. Tokoh pengusaha media muslim yg juga juragan media yg bisa diundang juga adalah misalnya Chairul Tandjung, Sandiaga Uno, dahlan iskan, ataupun pengusaha muslim yg juga motivator sperti Jamil Az Zaini Pesantren Wirausaha dan atau Yusuf Mansur dll.
2. Akan lebih elok juga, jika di rakernas memang harus menghadirkan pengusaha yg juga aktif dipolitik, semuanya diundang untuk bekerjasama. Jadi Undang juga surya paloh, HT, Gita, dahlan iskan, bakrie, dll. Ini seperti tradisi senior dpw bkprmi jatim. "Supaya terkesan nggak ngeblok, semuanya di undang u diskusi"
3. Untuk organsasi berbasis Al-Qur'an dan kemasjidan. Selayaknya BKPRMI menjaga "marwahnya". Untuk hal ini ketum perlu meminta nasihat MPP ataupun penasehat agar tidak terkesan 'kerepe dhewe' atau memaksakan kpentingan pribadi. Sehingga kedepan, hal hal yg bersifat sensitif bisa di antisipasi dan tidak jadi konflik dan faktor pemecahbelah.
Bagaimana Sikap Kita Atas Realita HT Ngisi Acara Rakernas Saat itu ?
Sebagian uraian Ustadz Achmad Bahruddin , HT di mimbar itu pada saat DPP BKPRMI Rakernas pada th 2014 di pondok gede jakarta, kehadiran HT sengaja di undang oleh ketum DPP dlm rangka bagaimana lembaga organisasi kepemudaan bisa eksis dan lbh dikenal di media, (sadar ato tdk sadar, saat ini media tv dia kuasai), akhirnya dia nawarkan 1 program terserah apa namanya utk tayang di TV/mnc group yg dikasih durasi khusus, namun sampai saat ini sepertinya blm terealisasi, Sebenarnya dari pemaparan dia/ht saat itu sangat bagus utk kita ambil, namun lagi2 sepertinya SDM kita blm siap , Kehadiran HT di acara BKPRMI itu👆jauh lebh elok (versi pribadi saya) karna program yg dia tawarkan jelas utk kepentingan syiar organisasi kepemudaan Islam , Lain dg kehadiran dia akhir2 ini yg dibawa oleh tokoh Islam (dlm tanda kutip) ke pesantren2, sampe tanganx dicium oleh generasi kita yg ada di pesantren , hal ini sebenarnya sudah menjawab semuanya .
Bahkan statemen tegas dari Gus Modin Fauzi juga tidak salah. Hanya kronologis dan detilnya saja yg perlu dipahami semua penghuni group ini, agar jernih dan proporsional menilai.
Ustadz ustadzah yg dicintai Allah. Mari kita persempit dulu konteks comment kita terkait HT yg hadir di rakernas. Karena jika melebar nanti nggak ada habisnya.
Dalam ingatan saya, saat itu HT hanya mengupas dan memberi motivasi tentang kisah dirinya saat hidup susah di Trenggalek hingga dia semangat belajar dan akhirnya menjadi anak cerdas dan kemudian bisa sekolah di amerika. Sebagai ahli ekonomi dan keuangan dia nggak ngerti sama sekali dunia media televisi. Dengan mau belajar dg staf di semua bagian televisi, diapun jadi paham betul seluk beluk bisnis televisi. Singkat cerita dia sukses ingin berbagi cerita pengalaman pribadinya. Selain itu dia ingin mengajak kerjasama profesional dg bkprmi di pencitraan dakwah. Adapun dikemudian hari kita tdk memfollow up, menagih janji dan tdk membangun MoU dg MNC groupnya. Itu adalah sisi kesalahan dan kelemahan kita.
Jangan sampai kita lemah dan terkesan hanya dimanfaatkan untuk publikasi HT. Sebaliknya, sebagai owner MNC yg sdh berstatemen di rakernas, mestinya kita yg harus bisa memanfaatkan peluang kerjasama ini u bisa mendikte beberapa program siaran unggulan dakwah MNC u di isi BKPRMI dan dituangkan dalam perjanjian tertulis. Ini semua PR BESAR DPP BKPRMI SELAKU WAKIL KITA.
Sbg penulis, saya tidak punya kepentingan terhadap HT yg diluar konteks ngisi rakernas. Misalnya dia antek yahudi, orangnya george soros, perebut kekayaan mbak tutut di TPI, ataupun info minor lainnya. Bahkan saya coba tanggalkan dulu terkait HT yg pasti punya kepentingan politik saat ini di Perindo dan perlu Panggung Pencitraan.
Apapun itu, isi sementara acara waktu itu masih sesuai koridor. Meskipun saya setuju di kritisi sikap DPP. Mengapa kok hanya HT???
-------------Kesimpulan-------------
Semuanya ada hikmahnya dan mari kita lihat dari semua sisi. Dan manakala menurut pribadi masing masing kita ada yg kurang tepat. MONGGO kita saling koreksi dan menasehatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Disinilah kesantunan kita diiuji tanpa mencaci maki
BAGI SAYA TETAP BKPRMI LEBIH BESAR DAN HEBAT DARI HARI TANOE. UNTUK ITU KITA TUNJUKKAN DAN BUKTIKAN BAHWA HEBATNYA BKPRMI ITU DENGAN FAKTA BAHWA BKPRMI JATIM DAN SEMUA DPD NYA LAYAK DIPERHITUNGKAN OLEH PEMERINTAH ATAUPUN ORGANISASI KEPEMUDAAN LAINNYA BERBASIS AGAMA DI KANCAH KABUPATEN, PROPINSI, NASIONAL DAN INTERNASIONAL.
MONGGO KITA TERIAKKAN YEL-YEL BU TRI.............
Yel Yel BKPRMI oleh oleh dari rakernas DPP BKPRMI Di Pondok gede april 2015
📢📢📢📢📢📢📢
Pemuda ..... Siap!
Remaja ...... Bangkit!
Masjid ..... Makmurkan !
BKPRMI ... YES!
Takbir....
ALLAHU AKBAR!
Takbir....
ALLAHU AKBAR!
Takbir....
ALLAHU AKBAR!
✊🏻✊🏻✊🏻✊🏻✊🏻✊🏻
Demikian Tulisan Untuk Group WA DPD BKPRMI SEJATIM INI, Nganjuk, 12 Juli 2017 Pukul 21.15
Salam Takdzim,
Petrus Hariyanto
Ketua 1 BKPRMI Jatim
Oleh: Petrus Hariyanto
Ketua 1 BKPRMI Jatim
Ustadz ustadzah dan akhi/ukhti yg dirahmati Allah SWT. Apa yang sudah diklarifikasi oleh Ustadz Achmad Bahrudin sdh cukup jelas. Demikian halnya link http://www.triekosulistiowati.com/2015/04/rakernas-ii-bkprmi.html?m=1 yg dikirim oleh bu Tri selaku Direktur LPPDSDM BKPRMI SURABAYA yg hadir di rakernas dengan Ustadzah Aan Direktur LPPKM SURABAYA.
Saat Rakernas, saya sendiri dengan mas Alfan menghadiri Rakernas tersebut mewakili Ketum Saicudin dan Sekum Arif. Bahkan secara khusus membahas evaluasi kehadiran Hari Tanoe yg mengisi motivasi setelah acara selesai.
Posisi kami semua dari DPW se Indonesia sebenarnya memiliki respon beragam.
Ada yang biasa saja, senang dapat wawasan tambahan dan baru, ada yang bangga krn bisa bermitra dengan MNC group, ada juga yang mengecam krn kehadiran HT mencederai kiprah besar BKPRMI, Bahkan ada yang saklek hal itu dianggap haram.
Kalo yang di arena rakernas saja gempar. Saya nggak bisa bayangkan dengan respon di media online dan sosmed. Segala macam cacian, hujatan pasti bermunculan beraneka macam krn melihat foto atau cuitan/komentar dan pendapat singkat seolah "bahwa Hari Tanoe Manfaatkan BKPRMI (Karena diberi panggung DPP)".
Posisi saya skrng adalah ingin memberikan pendapat dan pemikiran jernih agar kita bisa menilai dan bersikap santun dan tepat atas peristiwa tersebut sbb :
1. Seyogyanya memang akan lebih berkualitas jika DPP lebih memprioritaskan tokoh-tokoh dari pengusaha muslim yg sukses u hadir di rakernas karena HT masih mengandung unsur "kontroversi" di kalangan aktivis bkprmi. Tokoh pengusaha media muslim yg juga juragan media yg bisa diundang juga adalah misalnya Chairul Tandjung, Sandiaga Uno, dahlan iskan, ataupun pengusaha muslim yg juga motivator sperti Jamil Az Zaini Pesantren Wirausaha dan atau Yusuf Mansur dll.
2. Akan lebih elok juga, jika di rakernas memang harus menghadirkan pengusaha yg juga aktif dipolitik, semuanya diundang untuk bekerjasama. Jadi Undang juga surya paloh, HT, Gita, dahlan iskan, bakrie, dll. Ini seperti tradisi senior dpw bkprmi jatim. "Supaya terkesan nggak ngeblok, semuanya di undang u diskusi"
3. Untuk organsasi berbasis Al-Qur'an dan kemasjidan. Selayaknya BKPRMI menjaga "marwahnya". Untuk hal ini ketum perlu meminta nasihat MPP ataupun penasehat agar tidak terkesan 'kerepe dhewe' atau memaksakan kpentingan pribadi. Sehingga kedepan, hal hal yg bersifat sensitif bisa di antisipasi dan tidak jadi konflik dan faktor pemecahbelah.
Bagaimana Sikap Kita Atas Realita HT Ngisi Acara Rakernas Saat itu ?
Sebagian uraian Ustadz Achmad Bahruddin , HT di mimbar itu pada saat DPP BKPRMI Rakernas pada th 2014 di pondok gede jakarta, kehadiran HT sengaja di undang oleh ketum DPP dlm rangka bagaimana lembaga organisasi kepemudaan bisa eksis dan lbh dikenal di media, (sadar ato tdk sadar, saat ini media tv dia kuasai), akhirnya dia nawarkan 1 program terserah apa namanya utk tayang di TV/mnc group yg dikasih durasi khusus, namun sampai saat ini sepertinya blm terealisasi, Sebenarnya dari pemaparan dia/ht saat itu sangat bagus utk kita ambil, namun lagi2 sepertinya SDM kita blm siap , Kehadiran HT di acara BKPRMI itu👆jauh lebh elok (versi pribadi saya) karna program yg dia tawarkan jelas utk kepentingan syiar organisasi kepemudaan Islam , Lain dg kehadiran dia akhir2 ini yg dibawa oleh tokoh Islam (dlm tanda kutip) ke pesantren2, sampe tanganx dicium oleh generasi kita yg ada di pesantren , hal ini sebenarnya sudah menjawab semuanya .
Bahkan statemen tegas dari Gus Modin Fauzi juga tidak salah. Hanya kronologis dan detilnya saja yg perlu dipahami semua penghuni group ini, agar jernih dan proporsional menilai.
Ustadz ustadzah yg dicintai Allah. Mari kita persempit dulu konteks comment kita terkait HT yg hadir di rakernas. Karena jika melebar nanti nggak ada habisnya.
Dalam ingatan saya, saat itu HT hanya mengupas dan memberi motivasi tentang kisah dirinya saat hidup susah di Trenggalek hingga dia semangat belajar dan akhirnya menjadi anak cerdas dan kemudian bisa sekolah di amerika. Sebagai ahli ekonomi dan keuangan dia nggak ngerti sama sekali dunia media televisi. Dengan mau belajar dg staf di semua bagian televisi, diapun jadi paham betul seluk beluk bisnis televisi. Singkat cerita dia sukses ingin berbagi cerita pengalaman pribadinya. Selain itu dia ingin mengajak kerjasama profesional dg bkprmi di pencitraan dakwah. Adapun dikemudian hari kita tdk memfollow up, menagih janji dan tdk membangun MoU dg MNC groupnya. Itu adalah sisi kesalahan dan kelemahan kita.
Jangan sampai kita lemah dan terkesan hanya dimanfaatkan untuk publikasi HT. Sebaliknya, sebagai owner MNC yg sdh berstatemen di rakernas, mestinya kita yg harus bisa memanfaatkan peluang kerjasama ini u bisa mendikte beberapa program siaran unggulan dakwah MNC u di isi BKPRMI dan dituangkan dalam perjanjian tertulis. Ini semua PR BESAR DPP BKPRMI SELAKU WAKIL KITA.
Sbg penulis, saya tidak punya kepentingan terhadap HT yg diluar konteks ngisi rakernas. Misalnya dia antek yahudi, orangnya george soros, perebut kekayaan mbak tutut di TPI, ataupun info minor lainnya. Bahkan saya coba tanggalkan dulu terkait HT yg pasti punya kepentingan politik saat ini di Perindo dan perlu Panggung Pencitraan.
Apapun itu, isi sementara acara waktu itu masih sesuai koridor. Meskipun saya setuju di kritisi sikap DPP. Mengapa kok hanya HT???
-------------Kesimpulan-------------
Semuanya ada hikmahnya dan mari kita lihat dari semua sisi. Dan manakala menurut pribadi masing masing kita ada yg kurang tepat. MONGGO kita saling koreksi dan menasehatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Disinilah kesantunan kita diiuji tanpa mencaci maki
BAGI SAYA TETAP BKPRMI LEBIH BESAR DAN HEBAT DARI HARI TANOE. UNTUK ITU KITA TUNJUKKAN DAN BUKTIKAN BAHWA HEBATNYA BKPRMI ITU DENGAN FAKTA BAHWA BKPRMI JATIM DAN SEMUA DPD NYA LAYAK DIPERHITUNGKAN OLEH PEMERINTAH ATAUPUN ORGANISASI KEPEMUDAAN LAINNYA BERBASIS AGAMA DI KANCAH KABUPATEN, PROPINSI, NASIONAL DAN INTERNASIONAL.
MONGGO KITA TERIAKKAN YEL-YEL BU TRI.............
Yel Yel BKPRMI oleh oleh dari rakernas DPP BKPRMI Di Pondok gede april 2015
📢📢📢📢📢📢📢
Pemuda ..... Siap!
Remaja ...... Bangkit!
Masjid ..... Makmurkan !
BKPRMI ... YES!
Takbir....
ALLAHU AKBAR!
Takbir....
ALLAHU AKBAR!
Takbir....
ALLAHU AKBAR!
✊🏻✊🏻✊🏻✊🏻✊🏻✊🏻
Demikian Tulisan Untuk Group WA DPD BKPRMI SEJATIM INI, Nganjuk, 12 Juli 2017 Pukul 21.15
Salam Takdzim,
Petrus Hariyanto
Ketua 1 BKPRMI Jatim



0 Komentar