DPD BKPRMI SURABAYA - pagi ini ( 7/8/2016 ) lebih dari 400 ustadz ustdzah se Surabaya berkumpul di masjid Nurul  Islam Jl. Brtang Binangun 9/14 surabaya untuk berhalal bihalal dan bersilaturrahmi , Hadir dalam acara ini Ketua MPW BKPRMI Jawa Timur , Ustadz Drs.H. Ali Muafa , Ketua MPD BKPRMI Surabaya Ustadz Drs.H. Ikhya Ulumiddin SH,M.Pd , Ketua DPD  BKPRMI Surabaya ,Ustadz H.Ahmad Bahruddin , S.Ag dan Kak Hadiyan Maryadi ,Ketua PPMI Jawa Timur.

“keberadaan TK-TP Al quran telah sangat dibutuhkan dalam rangka untuk menjaga keimanan anak kita dan keimanan kita sendiri dengan gencarnya media sosial dan berita diTV yang tidak bisa kita pungkiri mampu melalaikan generasi penerus bangsa akan norma norma ketimuran “ kata Ketua MPD BKPRMI Surabaya Ustadz Drs.H. Ikhya Ulumiddin SH,M.Pd. dalam sambutannya
Ustadz H.Ahmad Bahruddin , S.Ag selaku  Ketua DPD  BKPRMI Surabaya  menyampaikan “ agar unit BKPRMI Surabaya WAJIB mempersiapkan santri dan lembaganya dalam kegiatan Festival Anak Sholeh ( FASI X ) yang akan diadakan februari 2017 mendatang , banyak lomba yang akan digelar mulai tingkat TK maupun TPA .

Pembelajaran al quran menuju generasi masa depan yang membanggakan disampaikan oleh Ustadz Drs.H. Ali Muafa Ketua MPW BKPRMI Jawa Timur,  Alquran hudan linnas maka alquran harus dibaca , dipahami,  diamalkan , didakwahkan

Alasan pendidikan alquran harus berinovasi adalah Kondisi santri dan ortu berbeda sesuai zamannya Anak sangat patuh ortu punya visi kuat tentang alquran  saat ini anak lebih terbuka ortu memiliki visi berbeda , secara Manajemen lembaga dulu Seadanya namun berjalan efektif dan Sekarang memerlukan perencanaan yang matang

Lebih lanjut Ustadz Ali menyampaikan Guru ( ustadz / ustadzah) dulu saat ada semangat dan kompetensi baca alquran namun Saat ini kompetensi keguruan,  pendekatan sesuai zaman dan psikologi perkembangan anak dari segi tantangan eksternal dulu belum ada atau setidaknya belum sedangkan saat ini sangat canggih pesat dengan berbagai inovasi karena itu sudah sepatutnya sebagai  guru alquran kita harus memahami problematika ummat dan memiliki kompetensi sesuai prinsip pembelajaran alquran dan kependidikan. ( Bunda Tri )