Surabaya - Lantunan ayat - ayat suci alquran begitu merdu dan kompak dibaca oleh santriwan santriwati TPA Husnul Huluq unit BKPRMI ( Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia ) Kota Surabaya yang berada di Jl. Gubeng Masjid 47  Surabaya , Rabu 15/3/17

puluhan santri yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok santriwan di sebelah kanan dan santriwati disebelah kiri terlihat khusyu mendengarkan dongeng yang dibawakan kak titin dari persaudaraan pencerita muslim Indonesia.

Turut hadir mendampingi kak titin dan kak Dhea dari persaudaraan pencerita muslim Indonesia yaitu ustadz Hartono dirda LPPTKA , Ustadzah Muzayyaroh Crew Dirda LPPKS dan Bunda tri Dirda LPPDSDM DPD BKPRMI Surabaya


" Pada suatu waktu Nabi Yusuf as bermimpi melihat sebelas bintang, mathari, dan bulan semuanya sujud kepadanya, dan mimpinya itu disampaikan kepada ayahnya yaitu Nabi Ya’qub as " ujar kak titin mengawali kisahnya

Sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an berikut ini :
“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”

“Ayah berkata : “Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia” (QS. 12 : 4 – 5)

Nabi Ya’qub as mengingatkannya agar jangan sampai Nabi Yusuf as menceritakan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Sesungguhnya saudara-saudara Nabi Yusuf as tidak menyukainya karena kedekatannya dengan ayahnya dan mereka tidak simpati dengan perhatian Nabi Ya’qub as kepadanya. Nabi Yusuf as bukanlah saudara kandung mereka di mana Nabi Yusuf as menikahi isteri kedua yang tidak melahirkan baginya anak-anak kemudian lahirlah darinya Nabi Yusuf as dan saudara kandungnya. Nabi Ya’qub as merasa bahwa anaknya itu akan mengemban suatu urusan besar, yaitu keNabian yang berada di sekitarnya.

" suatu hari saudara-saudara Nabi Yusuf as yang memberi dan dengki kepadanya berkumpul dan bermusyawarah untuk mengemukakan perasaan mereka masing-masing atas perlakuan Ayah mereka yang mereka anggap tidak adil kepada anak-anaknya. Dalam musyawarah ini banyumin tidak diikut sertakan karena ia adalah adik kandung Nabi Yusuf as, mereka memutuskan agar Nabi Yusuf as dibuang saja " lanjut kak titin

Kemudian, ada kafilah yang sedang berjalan menuju Mesir, yaitu satu kafilah besar yang berjalan cukup jauh sehingga dinamakan Sayyarah. Semua kafilah itu menuju sumur, mereka berhenti untuk menambah air. Mereka menghulurkan timba ke sumur. Lalu Nabi Yusuf as bergelantung pada timba tersebut. Orang yang mengulur timba mengira bahwa timbanya telah penuh dengan air. Namun setelah dilihat, kafilah itu terkejut sambil berkata “Hai, alanglah gembiranya kita, mendapat seorang anak yang tampan”

Setelah itu orang yang menemukan Yusuf  tiba di mesir ia segera menjualnya di pasar dengan harga yang sangat murah, ketika itu Yusuf dibeli orang salah satu pembesar di Mesir. Pembesar itu mengambil Nabi Yusuf as  dan menjadikan anak angkatnya, dirawatnya Yusuf dengan baik oleh isteri pembesar itu. Isteri pembesar itu bernama Zulaikha, mulai saat itu Nabi Yusuf as tinggal bersama mereka .

" Hikmah yang bisa diambil dari kisah Nabi Yusuf adalah kita harus sayang kepada saudara - saudara kita " ujar kak titin menutup ceritanya ( Bunda Tri )