Pepatah Ajari Santri Sesuai Zamannya Cocok Juga Diterapkan di BKPRMI



Surabaya - Pandemi covid-19 memaksa ustadz ustadzah pejuang Quran untuk kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan dan pembelajaran bagi santri dengan sistem daring (dalam jaringan), hal ini sesuai ungkapan Ali bin Abi Thalib yang cukup fenomenal mengenai pendidikan anak yang disampaikan ulang Ustadz Arif, ketua DPW BKPRMI Jawa Timur di Raker DPD BKPRMI Surabaya, Ahad 31/1/2021


Ungkapan “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian” sampai saat ini sangat cocok diterapkan di situasi pandemi yang masih berlama-lama di Indonesia.


Di penghujung bulan Januari tahun 2021 ustadz Arif mengajak peserta raker untuk bersungguh-sungguh melaksanakan hasil keputusan yang sudah disepakati dalam membuat program kerja selama satu tahun kedepan dan jadikanlah kesempatan hari kemarin untuk kita evaluasi , hari ini untuk merencanakan dan hari yang akan datang kita persiapkan agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu yang telah kita lewati.


Perolehan kegagalan di waktu yang kita lewati menjadi sangat berpengaruh bagaimana sikap dan perilaku serta pemikiran kita untuk merancang waktu yang akan datang sedangkan capaian-capaian yang sudah berhasil bisa kita jadikan pijakan lebih baik, bagitulah dinamisasi berorganisasi.


Maka evaluasi di semester ini, kira-kira apa lebih melihat kegagalan atau kekurangan-kekurangan dan kemudian mempengaruhi perilaku serta pikiran kita dan ketika kita sudah didominasi pikiran kita dengan hal-hal yang negatif  cenderung melemahkan diri maka yang harus kita lakukan adalah melepaskan diri kita untuk berbuat ke arah yang lebih baik.


Diperjalanan BKPRMI awal tahun kemarin bila ada angka 100 kemungkinan keberhasilan  di bawah 50% maka itu harus menjadi motivasi seperti kata pepatah "semut diseberang kelihatan gajah di pelupuk mata tidak tampak itu artinya jangan fokus kepada kekurangan, kesalahan dan kegagalan karena sesungguhnya yang sudah berhasil kita raih yang berhasil kita capai itu bernilai untuk menjadi modal merancang prestasi-prestasi yang lebih baik di waktu yang akan datang


Maka , sejogjanya kita renungkan dan kemudian lebih fokus pada apa yang harus di lakukan untuk menjawab tantangan di internal maupun eksternal , contohnya kita di internal belum bisa berjalan dengan baik di external tantangannya cukup besar misalnya kehadiran lembaga lain yang harusnya itu bermitra dengan kita kemudian lebih cenderung tidak menjadi mitra tapi menjadi pesaing yang kurang sehat.


"Sebagai guru yang baik ajari santri sesuai Zamannya akan terlaksana bila guru tetap optimis dan yakin dengan segala keputusan yang sudah di sepakati bersama , utamanya terus meningkatkan kualitas SDM yang dimilikinya dengan kepercayaan diri tinggi mentransfer ilmunya pada santri". Pungkas Ustadz Arif (Bunda Tri)